
BP BUMN dan Danantara sedang mengubah fokus PT Danareksa menjadi pengelola kawasan industri terintegrasi. Langkah ini adalah bagian dari penataan ulang struktur usaha BUMN yang direncanakan sepanjang tahun 2026.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan visi perubahan ini dalam sebuah keterangan resmi. “Hanya akan fokus menjadi operator kawasan industri. Yang diharapkan itu KEK, kawasan industrial estate itu benar-benar menjadi kota, nanti kan kita ada smart city di dalamnya,” katanya.
Transformasi Danareksa tidak sekadar mengembangkan fasilitas untuk perusahaan. Rencana lebih ambisius adalah membangun ekosistem lengkap yang mendukung kegiatan industri dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh di setiap kawasan.
Konsolidasi ini melibatkan 12 kawasan industri yang ada dalam portofolio BUMN saat ini. Dari jumlah itu, lima kawasan sudah siap untuk memasuki tahapan transaksi dan akan menjadi pilot project transformasi ini.
Dony menekankan pentingnya menyelesaikan proses konsolidasi pada 2026. Hal itu diperlukan agar Danareksa bisa mulai menerapkan model bisnis baru dan memetakan sumber pendapatan di tahun 2027.
Selain tujuan komersial, transformasi ini juga membawa misi nasional yang lebih besar. “Karena kawasan industri ini akan menjadi salah satu enabler untuk menarik investor masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga pengembangan ini harus dilakukan secara masif,” ujar Dony.
Peran BUMN dalam hal ini berbeda dengan kawasan industri swasta. Danareksa harus menjalankan tugas publik yaitu mengundang investasi sebanyak mungkin ke Indonesia dan menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan model pengelolaan yang lebih terintegrasi dan berdaya saing, harapannya Danareksa bisa menjadi jembatan utama untuk mempercepat pertumbuhan industri domestik dan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi global.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Pemerintah Sumut Siapkan Stok BBM di Nias untuk Liburan Akhir Tahun

Sumsel Terima Rp200 Miliar Banpres Karhutla, Gubernur Ingatkan Penggunaan Harus Akuntabel

Kemenhub: Bandara Tetap Beroperasi Meski Karhutla, Hanya Ada Penyesuaian Jadwal

