Kemenhub: Bandara Tetap Beroperasi Meski Karhutla, Hanya Ada Penyesuaian Jadwal

Kemenhub: Bandara Tetap Beroperasi Meski Karhutla, Hanya Ada Penyesuaian Jadwal

Kementerian Perhubungan membantah adanya penutupan bandara di Indonesia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meskipun sejumlah maskapai menghadapi tantangan operasional, seluruh bandara terus melayani penerbangan dengan penyesuaian jadwal yang disesuaikan dengan kondisi cuaca lokal.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menekankan situasi ini dengan jelas: “Jadi tidak ada bandara yang ditutup ya. Tidak ada bandara yang ditutup.” Penyesuaian operasional dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tanpa menghentikan layanan sama sekali.

Salah satu contoh adaptasi terjadi di Bandara Pontianak, yang semula menjalankan penerbangan di siang hari. Menurut Lukman, “Seperti di Pontianak yang tadinya siang bisa dimanfaatkan untuk penerbangan, akhirnya pindah pada saat cuaca cerah di malam hari. Itu tetap ada penerbangan.” Strategi ini memungkinkan operasi tetap berjalan ketika visibilitas lebih baik.

Data dari 18 hingga 25 Oktober menunjukkan 78 bandara mengalami dampak dari karhutla. Dari jumlah tersebut, 70 bandara dikelola Unit Penyelenggara atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, tujuh dikelola Angkasa Pura, dan satu merupakan bandara swasta.

Sejak pertengahan Agustus hingga akhir Oktober, tercatat 3.030 penerbangan terdampak dengan 154 rute mengalami gangguan dan sekitar 1.700 penerbangan dibatalkan. Rute menuju Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun menjadi area dengan dampak terbesar. Penerbangan perintis juga terdampak 617 jadwal di Papua, Kalimantan, dan Maluku.

Pemerintah telah mengeluarkan izin operasional untuk 42 unit helikopter guna mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk membantu mitigasi dampak sekaligus menjaga kelancaran transportasi udara.

Kabar positif datang dari Papua, di mana jumlah bandara terdampak berkurang dari 12 menjadi 7 bandara berkat perbaikan kondisi cuaca. Lukman mengindikasikan tren perbaikan akan terus berlanjut seiring memasuki musim hujan. Dengan normalisasi cuaca, aktivitas penerbangan diperkirakan akan semakin lancar di seluruh wilayah yang sebelumnya terdampak.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top