
Jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) resmi berpindah tangan. Sugiono, yang sebelumnya bertugas sebagai Menteri Luar Negeri selama sekitar dua tahun, dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Pratikno dalam reshuffel Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Saat pengambilan sumpah jabatan, Sugiono menyatakan komitmennya. “Saya akan setia kepada Undang-Undang Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ucapnya di hadapan Presiden.
Selama memimpin Kementerian Luar Negeri sejak Oktober 2024, Sugiono meninggalkan sejumlah catatan prestasi. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan memulangkan lebih dari 27 ribu WNI yang berada dalam kondisi terancam di berbagai negara — mulai dari korban penipuan daring di Myanmar, WNI yang terjebak konflik di Iran, hingga lebih dari 8 ribu WNI yang dipulangkan dari Kamboja.
Di panggung internasional, kiprah Sugiono juga cukup diperhitungkan. Indonesia berhasil meraih kepercayaan sebagai Presiden Dewan HAM PBB untuk tahun 2026 — yang disebut sebagai pertama kali dalam sejarah Indonesia. Selain itu, Indonesia juga terpilih masuk Dewan Pemeriksa PBB periode 2026–2032 dan resmi diterima sebagai anggota penuh BRICS sejak Januari 2025.
Sugiono juga pernah mewakili Presiden Prabowo dalam Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, pada September 2026, di mana ia menyuarakan dukungan Indonesia untuk Palestina dan pentingnya reformasi PBB. Kini dengan posisi baru sebagai Menko PMK, tantangan berbeda sudah menanti Sugiono di sektor pembangunan manusia dan kebudayaan dalam negeri.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Peneliti Bonatua Laporkan KPU ke Bawaslu Terkait Verifikasi Syarat Calon Gibran

Reshuffle Kabinet: Apakah Lebih Banyak Pejabat Berarti Pemerintahan Lebih Efektif?

PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk PKB Award 2026, Ajang Apresiasi Santri dan Pesantren Se-Indonesia

