
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah telah membuka pintu pembiayaan formal bagi sekitar 3,9 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya belum pernah mengakses kredit perbankan. Pencapaian ini terjadi selama dua tahun pertama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menurut keterangan Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Maman menyampaikan bahwa upaya pemerintah terus fokus memperluas jangkauan KUR agar semakin banyak pengusaha kecil bisa mengembangkan bisnis mereka dengan dukungan modal. Komitmen ini disampaikan saat acara pemberdayaan UMKM di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin lalu.
Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan dana KUR sebesar Rp300 triliun untuk disalurkan kepada berbagai sektor usaha. Fokus penyaluran diarahkan ke sektor produksi, yang sudah mencapai 65,9 persen dari total alokasi—melampaui target minimum sebesar 65 persen.
Menurut Maman, konsentrasi pada sektor produksi dirancang untuk mendorong pertumbuhan usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Namun dia juga menekankan bahwa pemberian akses modal harus diikuti dengan pembinaan UMKM yang kuat.
“Ketika UMKM diberikan akses pembiayaan, kita harus memastikan mereka memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembalikan pinjaman tersebut,” ujarnya. Pendampingan usaha menjadi kunci agar dana yang disalurkan benar-benar digunakan untuk mengembangkan bisnis.
Selain permodalan, Kementerian UMKM juga memperluas akses pasar melalui kerjasama dengan berbagai pihak termasuk lembaga keuangan dan pemerintah lokal. Strategi ini dirancang membantu UMKM meningkatkan penjualan dan memenuhi standar untuk mendapatkan kredit formal.
Di Kalimantan Barat, pemerintah meluncurkan program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli dengan bunga nol persen dan plafon maksimal Rp5 juta. Program yang didukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Bank Kalbar, dan Otoritas Jasa Keuangan ini memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan untuk memperluas akses permodalan UMKM lokal.
Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberdayakan ekonomi lokal melalui peningkatan akses pembiayaan dan pendampingan bisnis yang berkelanjutan.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Perbankan Syariah Butuh Talenta Muda untuk Kejar Ketertinggalan dari Malaysia

Kemendag dan Badan Karantina Kolaborasi Perkuat Daya Saing Ekspor Indonesia

Pemerintah Minta Polri dan Kejagung Gencar Perangi Sindikat Pangan yang Manipulasi Harga Ayam dan Telur

