Irak dan AS Sepakat Lanjutkan Pengiriman Dolar Tunai Setelah Berbulan-bulan Terhenti

Irak dan AS Sepakat Lanjutkan Pengiriman Dolar Tunai Setelah Berbulan-bulan Terhenti

Kunjungan resmi Perdana Menteri Irak Ali Faleh al-Zaidi ke Amerika Serikat membuahkan hasil penting: kedua negara akhirnya bersepakat untuk melanjutkan pengiriman uang tunai dolar AS ke Irak, setelah aliran dana itu sempat mandek selama beberapa bulan terakhir.

Kabar ini disampaikan langsung oleh juru bicara pemerintah Irak, Haider al-Aboudi, kepada kantor berita resmi Iraqi News Agency. Ia menegaskan bahwa pasokan dolar sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan mata uang asing di pasar dalam negeri Irak.

“Pengiriman tahap baru akan tiba dalam beberapa hari ke depan,” ujar al-Aboudi. Namun ia belum mengungkap berapa jumlah dolar yang akan dikirim maupun tanggal pastinya.

Kesepakatan ini bukan tanpa syarat. Irak terlebih dahulu harus menunjukkan komitmen nyata dengan memperketat pengawasan distribusi dolar, menekan penyalahgunaan valuta asing, dan mendorong penggunaan pembayaran elektronik sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi digital.

Langkah Irak membenahi tata kelola keuangannya rupanya menjadi kunci terbukanya kembali keran dolar dari Washington. Kesepakatan ini diharapkan bisa menstabilkan pasar valuta asing Irak yang sebelumnya tertekan akibat terhentinya pasokan tersebut.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top