
Sebuah desa di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, baru saja mencapai pencapaian penting dalam budidaya udang. Para petambak lokal berhasil menuai hasil panen perdana udang windu mereka dengan menerapkan cara yang tidak merusak alam sekitar, tepatnya pada Selasa 13 Oktober.
Keberhasilan ini dimulai dari penerapan metode Associated Mangrove Aquaculture atau disingkat AMA. Pendekatan ini dirancang untuk menjalankan usaha perikanan tanpa mengorbankan kelestarian hutan bakau (mangrove) yang ada di sekitarnya—kedua aspek ini berjalan seiring-sejalan.
Sistem AMA memungkinkan petambak untuk tetap menghasilkan produksi udang yang baik sambil secara bersamaan membantu pulih dan terjaga ekosistem mangrove di wilayah tersebut. Kombinasi ini menciptakan model pertanian yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi masyarakat lokal maupun lingkungan.
Pencapaian panen pertama ini menunjukkan bahwa teknik ramah lingkungan bukan hanya slogan, melainkan dapat diterapkan secara nyata di lapangan dengan hasil yang terukur. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menginspirasi petambak di daerah lain untuk mengadopsi cara serupa.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Puluhan WNA Ditahan karena Jalankan Bisnis Pinjol Ilegal di Bali

Polda Metro Gandeng Layanan Kesehatan dan Bantuan Pangan untuk Pemulihan Kampung Ambon

Menko Yusril Anggap Usulan Revisi Definisi Korupsi dari DEN Patut Dipertimbangkan

