Bandara Kertajati Bakal Disulap Jadi Pusat Industri Pertahanan, PKS Segera Ditandatangani

Bandara Kertajati Bakal Disulap Jadi Pusat Industri Pertahanan, PKS Segera Ditandatangani

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati berpotensi bertransformasi besar. Bukan sekadar bandara komersial biasa, kawasan ini sedang dijajaki untuk menjadi pusat industri pertahanan dan kedirgantaraan nasional setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu langsung dengan Kementerian Pertahanan di lokasi tersebut.

Pertemuan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, kedua pihak sudah berdiskusi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Hasil dari pertemuan di Kertajati kali ini akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pertahanan.

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menegaskan bahwa prioritas awal bukan soal keuntungan komersial, melainkan membangun fondasi industri terlebih dahulu. “Tahap pertama kita tidak berpikir komersial dulu, keramaian atau pertumbuhan, tetapi tahap pertama kita berpikir PTDI ada di sini kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini,” kata Dedi.

MRO sendiri adalah singkatan dari Maintenance, Repair, and Overhaul, yakni layanan perawatan dan perbaikan pesawat. Sementara PTDI adalah PT Dirgantara Indonesia, perusahaan negara yang memproduksi pesawat terbang. KDM yakin, jika ekosistem industri ini terbentuk, aktivitas perdagangan akan tumbuh dengan sendirinya lintas daerah bahkan antarnegara.

Dari sisi Kementerian Pertahanan, Kepala Badan Logistik Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari mengungkapkan bahwa rencana ini sudah dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto dan mendapat respons positif. Dalam waktu dekat, sejumlah aset militer akan dipindahkan ke Kertajati, termasuk sekolah penerbang Angkatan Udara beserta mess-nya dari Sukani dan skuadron udara dari Bandara Halim Perdanakusuma.

“Kami berharap di bulan Januari pembangunannya. Sekolah penerbangan November atau Desember jika diizinkan, agar ada kegiatan,” ujar Yusuf. Jika rencana ini berjalan sesuai target, Kertajati bisa segera bergeliat sebagai salah satu kantong industri dirgantara dan pertahanan terpenting di Indonesia.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top