
Hyundai Motor, pabrikan mobil terbesar asal Korea Selatan, mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan pada September 2026. Total kendaraan yang terjual hanya mencapai 307.998 unit, jauh di bawah angka 366.731 unit yang berhasil dibukukan pada September tahun sebelumnya.
Dua faktor utama menjadi penyebab anjloknya angka penjualan ini. Pertama, berkurangnya hari kerja karena libur nasional Chuseok — semacam hari raya panen besar di Korea Selatan. Kedua, sejumlah konsumen sengaja menunda pembelian sambil menunggu model-model terbaru yang akan segera diluncurkan.
“Jumlah hari kerja yang lebih sedikit akibat Chuseok dan tertundanya permintaan terhadap model-model baru memengaruhi angka penjualan bulanan,” kata Hyundai dalam pernyataan resminya.
Penurunan paling tajam terjadi di pasar dalam negeri Korea Selatan, yang turun hingga 25,7 persen menjadi 49.022 unit. Sementara itu, penjualan di luar negeri juga terkoreksi 13,9 persen menjadi 258.976 unit.
Jika dihitung secara kumulatif dari Januari hingga September 2026, total penjualan Hyundai menyentuh angka 2.886.763 unit — turun 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan domestik tergerus 16,3 persen, sedangkan penjualan global menyusut 5,1 persen.
Sebagai langkah pemulihan, Hyundai berencana meluncurkan SUV Tucson generasi terbaru di pasar domestik untuk memperkuat lini kendaraan serba-guna mereka. Peluncuran model baru ini diharapkan bisa kembali menggairahkan minat konsumen yang sempat tertahan di kuartal terakhir tahun ini.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Sumsel Terima Rp200 Miliar Banpres Karhutla, Gubernur Ingatkan Penggunaan Harus Akuntabel

Kemenhub: Bandara Tetap Beroperasi Meski Karhutla, Hanya Ada Penyesuaian Jadwal

Arab Saudi Bangun Gudang Minyak Bawah Tanah di Singapura, Jaga Stok Energi Asia Tenggara

